Pengembangan
Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Islam - Masyarakat
senantiasa mendambakan suatu lemabaga pendidikan yang berkualitas.
Tantangan-tantangan pengembangan lembaga yang senakin kompleks membutuhkan
jawaban komprehensif sesuai dengan kebutuhan. Untuk dapat menjawab tantangan
dan mampu merespon kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi diperlukan
perombakan sistem yang mendasar dalam suatu lemabaga pendidikan, yaitu
diperlukan suatu perencanaan terpadu dan menyeluruh untuk mengadaptasikan
tujuan lembaga dengan kebutuhan masyarakat, serta diperlukan adanya keterbukaan
wawasan dan keberanian dalam memecahkan totalitas masalah. Dan ini diperlukan
keterpaduan dan kejelasan antara cita-cita dan operasi, pemberdayaan dan
reorientasi sistem, inovasi dalam manajemen serta peningkatan sumber daya
manusia.
Dalam
lembaga pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam harus tetap diarahkan untuk
tercapainya totalitas kepribadian manusia. Tujuan ini memadukan konsepsi
keTuhanan, kemanusiaan dan individualitas serta alam semesta. Siswa yang
berkepribadian utuh memerlukan pendekatan diri dengan penciptaNya dan tanggap
dengan ciptaanNya (orang lain, binatang dan alam) disamping puas akan
keberadaan dirinya (fisik, dan kebutuhan hidup). Pengembangan individu secara
total berarti menyediakan alat dan sarana yang mampumenumbuh kembankan segala
potensi individu. Aspek kepercayaan, intelektual, emosional, moral dan karya
dipadukan untuk tujuan ini.
Kurikulum
yang disajikan harus senantiasa mengalami revisi-revisi sebagian atau bahkan
perombakan totalitas kurikulum yang ada untuk di update sesuai dengan diskursus
yang ada, sekaligus menyesuaikan porsi yang wajar dalam penyebaran materi
pelajaran dalam berbagai bidang di sekolah sesuai dengan kebutuhan.
Ironisnya
ketika dilihat agama sekarang ini semakin urgen dalam kehidupan masyarakat
modern, tapi kenyataannya jam mata pelajaran pendidikan agama dikurangi
dilembaga pendidikan umum (non agama) sementara dilembaga pendidikan yang
berlebel agama makin dipadati dengan mata pelajaran non agama, atau paling
tidak porsi untuk ini melebar. Meskipun memiliki tujuan luhur untuk memadukan pemahaman
ilmu agama dengan ilmu lain, akan tetapi ternyata di beberapa lembaga berakibat
pada menurunnya kualitas lulusan-lulusan seklah terutama dalam hal keagamaan.
Untuk
menafikan aspek negatif dari hal ini, maka perlu penelaahan kembali paket
kurikulum yang ada beserta segala aspeknya (organisasi, isi, bahan, strategi
dan medianya). Disamping itu perlu juga dibentuk kelompok kerja untuk
mematangkan kurikulum yang akan dilaksanakan.
Dilain
pihak untuk memperoleh lembaga pendidan yang benar-benar berkualitas,
diperlukan rekonstruksi supaya mampu beradaptasi dengan lingkungan. Lembaga
pendidikan harus difahami sebagai sistem terbuka. Rekonstruksi diarahkan untuk
menjadi post birokrasi. Model lembaga ini akan lebih memanfaatkan pendekatan
frofesional, yang mementingkan kerjasama di antara karyawan dan lingkungan
masyarakat. Implikasinya guru-guru yang
memiliki kemampuan lebih baik, walaupun dalam usia kerja yang belum terlalu
lama harus mendapat tempat selayaknya untuk mengembangkan lembaga.
Karena
sifatnya tidak berdiri sendiri, maka lembaga pendidikan perlu juga membangun
hubungan dengan lembaga pendidikan dan organisasi sosial lain, guna mendapatkan
informasi terbaru tentang efektifitas pengembangan lembaga maupun
kelemahan-kelemahan yang ada dalam pelaksanaan kinerja lembaga selama ini. Dengan
demikian maka orientasi kedepan lembaga untuk dapat menjawab kebutuhan
masyarakat yang senantiasa berkembang dapat diwujudkan.
Referensi:
- Abdullah, Abd. Rahman. Aktualisasi Konsep Dasar Pendidikan Islam Rekonstruksi Pemikiran Dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam. Yogya: UII Press
- Fajar, Malik A.1998. Visi Pembaharuan Islam. Jakarta: LP3NI
- Langgulung, Hasan. 1988. Azaz-Azaz Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna
- Mulkhan, Abdul Munir. 2002. Nalar Spiritual Pendidikan Solusi Problem Filosofis Pendidikan Islam. Yogya: PT. Tiara Wacana
- Mas’ud, Abdurrahman dkk. 2001. Paradigma Pendidikan Islam. Yogya: Pustaka Pelajar Offset
- Abdullah, Abd. Rahman. Aktualisasi Konsep Dasar Pendidikan Islam Rekonstruksi Pemikiran Dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam. Yogya: UII Press
- Fajar, Malik A.1998. Visi Pembaharuan Islam. Jakarta: LP3NI
- Langgulung, Hasan. 1988. Azaz-Azaz Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna
- Mulkhan, Abdul Munir. 2002. Nalar Spiritual Pendidikan Solusi Problem Filosofis Pendidikan Islam. Yogya: PT. Tiara Wacana
- Mas’ud, Abdurrahman dkk. 2001. Paradigma Pendidikan Islam. Yogya: Pustaka Pelajar Offset




0 Comments