Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan

Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan
Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan - Islam memberikan perhatian khusus terhadap ilmu dan pendidikan, sehingga pahala ilmu dan belajar sangat besar tanpa tandingan. Perhatian terhadap ilmu dan belajar sedemikian rupa sehingga ilmu dan belajar dijadikan sebagai tolok ukur kemajuan sebauh peradaban. Sebagian keluarga dianggap mulia karena didalamnya dipenuhi oleh orang-orang yang berilmu.

Untuk membentuk keluarga yang mulia, maka orang tua perlu membina keilmuan dan ketrampilan anak sebagai bekal dalam hidup. Karena begitu luasnya ilmu yang ada dalam Islam, maka orang tua tidak perlu membatasinya, namun semua harus diajarkan.

Menurut Maulawy orang tua harus menyuruh anak-anaknya untuk mendatangi tempat halaqah (Kajian-kajian ilmu), pengajian-pengajian, pelatihan-pelatihan dan majlis-majlis dzikir yang ada dilingkungannya. Dengan maksud kelak anak dapat menimba ilmu dan ketrampilan darinya dan dapat menggali dari sumbernya.

Bagi orang yang berilmu Allah akan meninggikan derajatnya, sebagaimana firman-Nya surat Al-mujadalah ayat 11:

...يرفع الله الد ين امنوا منكم والد ين او توا العلم د ر جت...(المجادلة:11)

Artinya :” …Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”.

Perlu kita ketahui, apabila anak sudah terbiasa mengikuti halaqah-halaqah, pengajian-pengajian, pelatiahan-pelatihan, kelak akan memotivasi diri dimasa yang akan datang untuk selalu mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga kebiasaan ini akan menjadi bagian dari kepribadiannya.

Sedangkan keterampilan akan berguna bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Dan juga untuk menangkal pengaruh barat seperti keterampilan memode dan menjahit diharapkan anak tidak mengikuti mode dari barat tetapi mereka membuat mode sendiri yang sesuai dengan ajaran Islam.

Adapun keterampilan lainnya, orang tua harus melatih anak-anaknya bekerja semenjak kecil. Seorang Ibu bertanggung jawab mengajari anak-anak perempuannya pekerjaan rumah. Seperti membersihkan rumah, membersihkan alat-alat dapur, dan menyekolahkan sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya.

Sedangkan para bapak punya tanggung jawab melatih anak laki-lakinya bekerja dengan diawali pekerjaan rumah. Selanjutnya mereka harus dibekali cara berdagang (wirausaha), cara bertani, membuat rumah, dan lain-lain. Sehingga mereka mempunyai bekal untuk melanjutkan hidup.

Sebagaimana yang dikatakan Nasih Ulwan, tanggung jawab yang harus dipikul pendidik (orang tua) atas anak-anaknya adalah memberi dorongan untuk mendapatkan pekerjaan yang bebas, baik pertukangan, pertanian, atau nperdagangan.

Islam sebagai agama universal, telah menganggap pekerjaan itu sebagai hal yang suci dan mulia. Islam juga memuliakan orang-orang yang bekerja. Pekerjaan seseorang dalam mencari nafkah berdasarkan kemampuannya sendiri dalam Islam dianggap sebagai pekerjaan yang baik.

Referensi:
Abdullah Nasih Ulwan,2002. Pendidikan Anak Dalam Islam II, Pustaka Amani, Jakarta.
- Abdullah Nasih Ulwan,1992. Pendidikan Anak Menurut Islam; Kaidah-Kaidah Dasar , PT. Remaja Rosda Karya, Bandung.

Post a Comment

0 Comments